Sunday, November 11, 2018

Nasib di Ujung Tanduk, Merpati Ingin Terbang Lagi


BeritaPianoPoker, Jakarta - Nasib maskapai penerbangan PT Merpati Nusantara Airlines (persero) amat bergantung pada putusan hakim Pengadilan Niaga Surabaya yang akan mengumumkan keputusannya, Rabu, 14 November 2018.

Pasalnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebagai salah satu kreditur terbesarnya telah menolak perdamaian yang diajukan BUMN penerbangan itu. Penolakan itu mementahkan persetujuan yang diberikan oleh kreditur lainnya yang menyetujui upaya restrukturisasi Merpati dalam rapat kreditur yang berlangsung Rabu, 31 Oktober 2018, dua pekan lalu.

PT Bank Mandiri Tbk dan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) selaku kreditur separatis (memiliki jaminan) menyatakan persetujuannya. Demikian juga dengan kreditur konkuren (tidak memiliki jaminan). Dari 85 yang hadir, sebanyak 81 kreditur yang memberikan persetujuan.

Presiden Direktur Merpati Capt Asep Nugraha mengatakan bahwa pihaknya telah berusaha sekuat tenaga meyakinkan kreditur agar menyetujui usulan resktrukturisasi yang diajukan perusahaan.

"Harapan kami, majelis hakim bisa memutuskan yang terbaik sebab proposal restrukturisasi yang akan kami jalankan tergantung pada diterimanya perdamaian oleh para kreditur," ujar Asep di Jakarta, Minggu, 11 November 2018.

Saat ini Merpati telah memiliki mitra strategis, yakni PT Intra Asia Corpora yang bersedia melakukan penyetoran modal hingga Rp6,4 triliun untuk membuat perusahaan itu kembali mampu mengudara. Dengan masuknya mitra strategis itu, diharapkan kewajiban yang dimiliki Merpati kepada berbagai pihak sebesar Rp10,3 triliun dapat dibayarkan sesuai dengan skema restrukturisasi.

Namun, jadi tidaknya rencana itu amat bergantung pada hasil putusan Pengadilan Niaga Surabaya. Bila putusannya memailitkan, berarti Merpati akan segera dilikuidasi untuk membayar seluruh utang-utangnya.

Namun, bila putusan itu ditempuh, para kreditur akan mendapatkan nilai yang sangat kecil karena aset yang dimiliki perusahaan itu tidak mencapai Rp10,3 triliun.

"Semua pihak akan rugi karena tidak mendapat hasil yang maksimal. Oleh karena itu, lebih baik tawaran perdamaian kami disetujui sehingga rencana restrukturisasi yang sudah disusun dapat terlaksana," tandasnya.

Manajemen Merpati memperkirakan dapat mampu kembali mengudara tahun depan bila propsosal perdamaian dapat diterima.

Kronologi Insiden Wahana Bianglala Terbalik di Sekaten Yogyakarta


BeritaPianoPoker, Yogyakarta - Insiden terjadi di Sekaten Yogyakarta pada Minggu malam, 11 November 2018. Beberapa kabin wahana bianglala terbalik. Peristiwa itu sempat membuat pengunjung yang tengah berada di dalamnya panik.

Seorang penjual minuman di salah satu stan yang tak mau disebut namanya menuturkan, insiden itu terjadi sekitar pukul tujuh malam. Tiba-tiba, kata dia, terdengar jerita pengunjung dari salah satu kabin wahana bianglala. Saat itu, wahana yang memiliki ketinggian sekitar 10 meter itu baru satu atau dua putaran.

Ia sempat melihat ke atas. Ternyata, ada kabin bianglala yang miring dan bergesekan dengan kabin di bawahnya. "Pas itu, ada satu bangku unit yang gasrukan (bergesekan) bagian atapnya lalu menyenggol bangku unit lainnya. Penumpang lalu menjerit-jerit," ujarnya. Pada saat kejadian, pengunjung Sekaten Yogyakarta sedang penuh.

Semula, menurut penjual yang stannya tak jauh dari wahana itu, hanya satu kabin wahana bianglala yang terbalik. Tiga kabin lain ikut terbalik setelah petugas jaga memutar balik kabin untuk membantu menurunkan pengunjung yang terjebak. Jadi, posisi tiga kabin lain terbaik itu setelah mesin bianglala dimatikan. "Tidak ada yang sampai luka, semua selamat. Tapi, ya, jerit-jerit ketakutan," tuturnya.

Pantauan Tempo, insiden bianglala terbalik ini tak mengganggu kemeriahan Sekaten yang sedang dipenuhi ribuan pengunjung. Antrean pengunjung menunggu giliran menaiki sejumlah wahana tetap banyak pasca-kejadian itu.

Kepala Kepolisian Sektor Gondomanan Yogyakarta, Komisaris I Nengah Lotama mengatakan polisi akan tetap menyelidiki insiden tersebut. "Khusus bianglala ini, kami minta tidak dioperasikan dulu, dihentikan sampai ada koordinasi lebih lanjut dan diketahui penyebabnya," ujarnya di lokasi kejadian, Minggu malam, 11 November 2018.

Nengah tak mau berspekulasi terkait penyebab insiden itu. "Dari informasi sementara miring dan terbaliknya bianglala karena ada penumpang yang guyon (bercanda) lalu bangkunya miring dan goyang," ujarnya.

Monday, November 5, 2018

Lapor dengan 3 Pasal, Dewi Persik Ogah Berdamai dengan Keponakannya


BeritaPianoPoker, Jakarta - Perseteruan pedangdut Dewi Persik dan keponakannya, Rosa Meldianti, belum berakhir. Hari ini, Senin (5/11), wanita yang akrab disapa Depe tersebut melaporkan keponakannya ke Polda Metro Jaya bersama sang suami, Angga Wijaya, dan pengacaranya, Hotman Paris.

"Sudah (laporan) LP nomor 6026 tanggal 5 November 2018. Pelapornya Dewi Muria Agung alias Dewi Persik, terlapornya dua orang, yang satu inisial RM yang katanya penyanyi dangdut dan satu lagi inisial DS dari manajemen artis," kata Hotman Paris usai menemani Depe melapor.

"Yang dilaporin ada tiga pasal yang pada dasarnya adalah sama, yaitu dugaan pencemaran nama baik. Yang dilaporkan pasal 27 ayat 3 UU ITE yang ancaman hukumannya 4 tahun dan pasal 310 dan pasal 311 pencemaran nama baik. Jadi, pasal 27 ayat 3 juncto Pasal 45 ayat 3 UU ITE dan atau Pasal 310 KUHP, dan atau pasal 311 KUHP pelaporan atas pencemaran nama baik dan atau fitnah melalui ITE," lanjutnya.

Saat ditanya apakah Depe ingin berdamai dengan keponakannya, dengan tegas dia mengatakan, "Tidak." Meski demikian, Depe tidak ada niat untuk memenjarakan Meldi. Dia mengaku hanya ingin memberi pelajaran pada keponakannya tersebut.

"Enggak ada ceritanya niat memenjarakan saudara kandung tuh enggak ada. Cuma memberikan pelajaran. Ya, biar enggak sembarangan, jangan menghalalkan segala cara. Kalau mau jadi artis, kalau contohnya kayak begini, yang ada akan dicontoh oleh generasi yang lain. Jadi artis gampang banget, tinggal colek saja para senior-senior, atau colek saja Bang Hotman Paris," ucapnya dengan Hotman dan Angga di sisinya.

Dewi Persik punya alasan lain selain memberi pelajaran pada keponakannya itu. Penyanyi berusia 32 tahun itu mengaku sakit hati dengan kelakuan Meldi di media sosial yang diduga mengucapkan kata-kata tidak menyenangkan yang ditujukan padanya.

"Ini (Meldi) merasanya kan, 'Gue enggak bakal diapa-apain ini'. Dia merasa saya tidak akan melaporkan dan memenjarakan, perasaan mereka seperti itu. Makanya, ikutin sesuai proses hukum yang berlaku," kata Depe.

Hotman menambahkan, Dewi Persik tidak mempermasalahkan apabila keponakannya yang kerap disapa Meldi itu melaporkan balik dirinya ke pihak berwajib. Kliennya hanya ingin proses hukum berjalan terlebih dahulu karena ada dugaan campur tangan orang lain.

"Tapi, satu hal kita berharap hasil penyidikan ini dugaan adanya suatu oknum manajemen yang memang ini dibuat sedemikian rupa agar menaikkan nama si artis, jadi kita menduga ada keterlibatan orang ketiga," jelas Hotman.

Lalu, bagaimana nantinya jika Meldi dipenjara?

"Ya, enggak apa-apa, pelajaran, risiko harus diterima," ujar pelantun 'Indah Pada Waktunya' itu.

Daus Mini Segera Menikah untuk Ketiga Kalinya


BeritaPianoPoker, Jakarta - Kabar bahagia datang dari Daus Mini. Komedian berusia 31 tahun tersebut baru saja bertunangan dengan seorang perempuan bernama Shelvie Hana Wijaya dan hendak menikah untuk ketiga kalinya.

Hal itu diketahui dari sejumlah foto yang diunggah Shelvie di Instagram. Dalam salah satu foto, ia dan Daus tampak menunjukkan cincin di jari manis tangan kanan masing-masing sembari tersenyum.

Melalui caption foto tersebut, Shelvie mengungkapkan kebahagiaannya usai bertunangan dengan Daus--yang dikenalnya secara tak sengaja dalam sebuah pertemuan beberapa bulan lalu.

"Akhirnya saya dilamar laki-laki baik, siap menghalalkan saya. Masyaallah, Subhanallah. Ya Allah, makasih banyak, ya Allah, segalanya. Semoga lancar sampai pernikahan dan tidak ada halangan apa pun. Amin," tulis Shelvie.

Daus Mini pun tak menampik kabar tersebut. Pemain sinetron 'Di Sini Ada Tuyul' itu berharap persiapan pernikahannya berjalan dengan baik, tanpa halangan berarti.

"Doakan saja semoga dilancarkan segalanya. Insyaallah (menikah tahun ini), doakan saja," ucap Daus ketika dihubungi kumparan melalui sambungan telepon, Senin (5/11).

Hanya saja, Daus enggan bicara lebih lanjut. Ia juga menolak memberi tahu kapan dan di mana pernikahannya dengan Shelvie akan dihelat.

Kabar bahwa Daus hendak menikah terbilang mengejutkan. Bagaimana tidak, beberapa bulan lalu, pemilik nama asli Ahmad Firdaus tersebut mengaku masih berupaya menyelamatkan rumah tangganya dengan Rahandini Destria Astrinatri.

Ya, mereka menikah siri pada Maret lalu. Sebulan kemudian, Rahandini meminta talak cerai kepada Daus Mini melalui pesan elektronik.

Sementara itu, Daus sebelumnya pernah menikah dengan Yunita Lestari pada Juli 2011. Dari pernikahan tersebut, pada 2 Januari 2012, keduanya dikaruniai seorang anak yang diberi nama Ivander Haykal Firdaus. Namun, rumah tangga mereka kandas melalui perceraian pada 2014.